Penerapan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Perkembangan ekonomi global- tentu saja tidak dapat terlepas dari perkembangan teknologi, tuntutan dunia usaha yang semakin meningkat, membutuhkan efisiensi waktu seminimal mungkin, sehingga transaksi elektronik dapat dijadikan solusi untuk menangani permasalahan ini.

Peningkatan aktifitas penggunaan teknologi secara langsung berdampak pada sektor hukum yang bertugas untuk memberikan koridor pelaksanaan aktifitas itu sendiri. Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan berkembangnya teknologi telah menimbulkan suatu dunia baru yang hingga saat ini baru sedikit terjamah oleh Hukum.

untuk lebih jelasnya dapat di download pada file Undang-undang ITE

“Penulis Abal-abal” pada Jurnal Ilmiah

TEMPO.co online pada Rabu, 29 Agustus 2012 | memberitakan bahwa Dua nama artis terkenal, yaitu Inul Daratista dan Agnes Monica, muncul sebagai penulis pada jurnal Imiah. Dua artis papan atas Ibu Kota tersebut tercantum sebagai penulis kedua dan ketiga, Artikel tersebut berjudul artikel Mapping Indonesian Paddy Fields Using Multiple-Temporal Satellite Imagery” dalam African Journal of Agricultural Research, volume 7, nomor 28, halaman 4038-4044, terbit pada 24 Juli 2012. Sebagai penulis utama dalam artikel adalah Nono Lee.

Identitas nama penulis pertama, Nono Lee belum diketahui siapa penulis tersebut? Begitu juga, identitas institusi yang digunakan terbilang aneh, yaitu Institute of Dangdut, Jalan Tersesat No. 100, Jakarta 10000, Indonesia, Accepted 22 June 2012. Tulisan ini dikategorikan oleh African Journal of Agricultural Research (AJAR) sebagai Full Length Research Paper.

Sumber: Berita selengkapnya klik disini

Marawis Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Marawis IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Pada akhir Ramadhan ini, tepatnya 28 Agustus 2012, IAIN memiliki kelompok marawis sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa. Penampilan perdana mereka suguhkan pada saat acara halal bihalal di halaman ma’had. Persiapan yang relatif singkat tidak mengurangi keindahan dan kemerduan senandung yang dilantunkan.

Sembari menunggu kehadiran para undangan pada acara syawalan IAIN Syekh Nurjati, kelompok marawis ini melantunkan beberapa lagu. Lagu yang syairnya berbahasa Arab ini dilantunkan secara harmonis dengan memadukan berbagai alat musik dan salah satunya adalah biola.

Semoga keberadaan UKM yang mengangkat kesenian Islam ini dapat mewadahi beribu mahasiswa IAIN yang memiliki jiwa seni tinggi. Harapan ke depan, UKM ini juga dapat membentuk seni Islami sebagai salah satu wujud peradaban Islam di Indonesia.

Acara Rutin Syawalan IAIN Syekh Nurjati Cirebon


Rektor saat memukul gong

Hari ini, 28 Agustus 2012 yang bertepatan dengan hari Selasa, IAIN Syekh Nurjati melaksanakan kegiatan tahunan rutin, yakni halal bihalal. Acara ini mengusung tema “Alquran: Way of Life, sebagai Spirit Peradaban dan IPTEK”. Kegiatan ini dihadiri oleh hampir seluruh sivitas akademika, baik dosen, staf, maupun mahasiswa. Pada kesempatan kali ini Kepala Biro AUAK, Ali Hadiyanto, memberikan berbagai informasi dalam laporannya sebagai ketua panitia. Informasi itu antara lain: 1) keberadaan gedung ma’had kedua yang sedang dalam proses pembangunan dan diharapkan dapat selesai pada akhir tahun ini, 2) bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon memiliki para penghafal Alquran yang mencapai 100-an hafizh/hafizhoh, serta 3) turut hadirnya para penghafal Alquran dari berbagai tempat di wilayah CIAYUMAJAKUNING.

Meski panas yang sangat, Kepala Biro AUAK tetap bersemangat dalam menyampaikan laporannya. Tak kalah dengan Ali Hadiyanto, Rektor IAIN Syekh Nurjati pun bersemangat dalam memberikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan alasan mengapa keberadaan ma’had perlu dikelola dengan baik. Pada kesempatan ini, Rektor juga diminta untuk me-launching keberadaan ma’had untuk penerimaan tahun 2012 yang ditandai dengan pemukulan gong.

Acara kali ini memang terasa istimewa karena dilaksanakan di halaman antara gedung ma’had I dan II. Meski bergeser dari rencana awal, tetapi tidak menghalangi kekhusukan acara. Bahkan ketika Ust. Mahfudh yang didaulat untuk memberikan tausiyah mulai menaiki mimbar, para hadirin tetap antusias mengikuti jalannya acara. Meski tidak banyak waktu yang Ust. Mahfudh gunakan dalam memberikan tausiyahnya, tetapi hal-hal yang beliau sampaikan memiliki kesan mendalam bagi sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati.

Pengumuman Wisuda Angkatan VI

Pengumuman wisuda ke VI IAIN Syekh Nurjati Cirebon berdasarkan hasil rapat Pimpinan pada hari senin 13 Agustus 2012 :

Peringatan HUT RI ke 67 di IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Hari ini tanggal 17 agustus 2012 diselenggarakan upacara memperingati HUT RI ke 67, hadir sebagai inspektur upacara Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon dihadiri oleh seluruh dosen dan staff serta civitas akademika dilingkungan IAIN Syekh Nurjati.

Dibawah terik matahari namun upacara berjalan hikmad, dalam pidatonya Rektor IAIN menjelaskan pentingnya pengorbanan untuk mengisi kemerdekaan yang telah diraih oleh pahlawan kita yang telah membebaskan dari belenggu penjajahan selama 350 tahun. Tantangannya saat ini adalah bagaimana mengisi kemerdekaan sesuai dengan tugasnya masing-masing. Jangan memutar balikkan sebab dan akibat karena itu merupakan tantangan. IAIN Syekh nurjati yang core kompetensinya dalam bidang pendidikan dituntut untuk dapat mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan yang tertera dalam pembukaan UUD 45.

Acara dilanjutkan pembagian penghargaan satyalancana karya satya, Satyalancana Karya Satya adalah sebuah tanda penghargaan yang diberikan kepada anggota Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia yang telah berbakti selama 10 atau 20 atau 30 tahun lebih secara terus menerus dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetian dan pengabdian sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lainnya.

Satyalancana Karya Satya dibagi dalam tiga kelas, yaitu Satyalancana Karya Satya 10 Tahun, Satyalancana Karya Satya 20 Tahun, dan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun.

Kemudian acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan penjualan sembako murah untuk staf dan dosen dilingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Signifikansi Beasiswa Luar Negeri

Persaingan global perguruan tinggi meniscayakan adanya peningkatan profesionalisme dan pengembangan kapasitas (capacity building) para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk belajar ke luar negeri.

Setidaknya ada tiga nilai strategis (strategic value) yang bisa didapatkan dari pengalaman belajar ke luar negeri. Pertama, pengalaman akademik yang diperoleh dari universitas-universitas mancanegara merupakan modal berharga untuk meningkatkan kinerja para dosen dan tenaga kependidikan dalam menunjang tugas dan fungsi masing-masing.

Kedua, pengalaman menghadapi beragam budaya, pandangan hidup dan pola pikir dari para dosen serta kolega selama belajar di luar negeri diharapkan akan mampu membuka wawasan dan menambah kemampuan untuk berfikir analitik dalam menyelesaikan persoalan dengan menggunakan pendekatan dari berbagai sudut pandang. Ketiga, perkenalan dengan banyak mahasiswa dari berbagai negara pada gilirannya akan sangat bermanfaat untuk membangun kemitraan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Bertolak dari latar belakang di atas, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI memberikan kesempatan dan bantuan beasiswa ke luar negeri kepada tenaga pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan PTAI serta tenaga administratif di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Untuk informasi lebih lanjut bisa Klik disini

Peningkatan Mutu Pengelolaan dan Layanan Akademik Program Peningkatan Kualifikasi S-1 bagi Guru PAI/MI/RA Melalui Dual Mode System

Program Peningkatan Kualifikasi Sarjana (S1) bagi Guru Raudlatul Athfal, Guru Madrasah, dan Guru Pendidikan Agama Islam melalui Dual Mode System merupakan crash program yang harus berakhir pada tahun 2014. Dalam rangka meningkatkan efektifitas pengelolaan dan layanan akademik program dual mode system, maka Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Induk dan Mitra yang telah ditunjuk sebagai pelaksana program agar memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

 

  1. Untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran dalam program peningkatan kualifikasi S1 bagi guru PAI/MI/RA melalui dual mode system, maka LPTK wajib melaksanakan perkuliahan dengan 2 (dua) pola secara komplementer, yaitu: 1) Tatap Muka (TM), dan 2) Belajar Mandiri (BM), dengan mengacu pada struktur kurikulum yang berlaku, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. Dj. I/845/2011 tentang Rambu-Rambu Operasional Program Peningkatan Kualifikasi Sarjana (S-1) bagi  Guru Madrasah Ibtidaiyah dan Guru PAI pada Sekolah Melalui Dual Mode System;
  2. Perkuliahan dengan pola BM menggunakan Bahan Belajar Mandiri (BBM) berupa modul sebagai bahan pembelajaran utama, dan diperkaya dengan sumber belajar dan/atau referensi lain yang diperlukan;
  3. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam memfasilitasi tersedianya  naskah  BBM (modul) yang dipergunakan dalam perkuliahan program DMS, tetapi proses KEMENTERIAN AGAMA RI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta Telpon: 021-3812344, 3519734, Fax.: 021-34833981 Website: http://pendis.kemenag.go.id/
  4. Dengan mempertimbangkan tuntutan perundang-undangan  yang berlaku  (UU No. 14/2005, PP 74/2008), bahwa pada tahun 2015 tidak boleh ada guru yang belum berkualifikasi S1/D4 serta dengan memperhatikan kebutuhan peningkatan kualifikasi S1 bagi guru-guru di bawah binaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, maka  pada tahun 2012 LPTK secara bersama-sama dengan Kanwil Kemenag Provinsi dan Kankemenag Kab./Kota perlu segera melakukan rekruitmen peserta pengganti dari peserta yang sudah lulus. Sebaran calon peserta baru di setiap Kab./Kota didasarkan pada  rasio kecukupan rombongan  belajar, dengan mempertimbangkan: a) domisili calon peserta, dan b) latar belakang pendidikannya (diprioritaskan minimal berlatar belakang pendidikan D2/D3);
  5. Jika input mahasiswa sebagaimana tercantum dalam point (4) berlatar belakang pendidikan SLTA, maka jika  lama pendidikan melewati batas tahun yang ditentukan, biaya pendidikan ditanggung masing-masing mahasiswa;
  6. Ketentuan lebih lanjut tentang mekanisme  rekruitmen peserta program peningkatan kualifikasi S1 sebagaimana point (4) akan dijabarkan dalam petunjuk teknis (Juknis) lebih lanjut.

keterangan lebih lanjut bisa klik disini 

Pelatihan Kewirausahaan Kreatif

Asisten Deputi Bidang UMKM dan Industri Pariwisata RI bersama Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Pelatihan Kewirausahaan Kreatif merupakan rangkaian kegiatan kunjungan Menteri Koordinator Perekonomian RI, M. Hatta Rajasa ke IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada 11 Agustus 2012 lalu. Pelatihan ini diikuti 100-an peserta dari kalangan mahasiswa, santri, karang taruna, pramuka, dan organisasi kepemudaan lain. Adapun pelaksanaannya di hotel Zambrud dari tanggal 11-13 Agustus 2012. Segenap kekuatan Kementerian Perekonomian dikerahkan untuk mendukung kesuksesan acara ini. Menurut Dr. Totok, salah satu narasumber, kegiatan di Cirebon merupakan kegiatan yang paling baik diantara kegiatan serupa yang lain.
Pada saat dan tempat yang sama, para peserta mendeklarasikan keberadaan Forum Silaturahmi Pemuda Kreatif se-Wilayah Ciayumajakuning. Dalam kesempatan ini pula, IAIN Syekh Nurjati Cirebon ditunjuk menjadi lokomotifnya melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Kewirausahaan Kreatif atau P3K2. Majulah terus pemuda Indonesia, di pundakmulah masa depan bangsa ini.

Rencana Pengembangan Teknologi Informasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Perkembangan teknologi di bidang IT mendorong Perguruan Tinggi  dan kalangan pendidikan untuk ikut didalamnya. Kekuatan IT sangat dirasakan dalam membantu baik untuk operasional maupun untuk mencari atau merekrut calon mahasiswa atau siswa. Penggunaan IT merambah keseluruh lini dari operasi perguruan tinggi di Indonesia untuk menghadapi gempuran dari universitas-universitas dari luar yang akan masuk ke pasar Indonesia.
Berbagai layanan menggunakan IT akan sangat berperan, kecangihan dan kemudahan yang diberikan oleh pihak universitas, dengan segala fasilitas dan sarana pendukung, akan memberikan dampak untuk kemajuan universitas di masa yang akan datang. Pertumbuhan penggunaan akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Keseriusan dalam penggunaan IT (adanya pengembangan system) akan memberikan image ataupun citra universitas di mata masyarakat.

Konsep Integrated System
Integrated system merupakan system yang terintegrasi yang terdiri dari berbagai aplikasi khususnya dari segi database. Integrated system akan mempermudah dan memberikan informasi yang lebih akurat dan lebih baik. Integrated system akan menghilangkan sekat-sekat diuniversitas, baik sekat fakultas, jurusan, ataupun lembaga-lembaga yang ada di universitas dan menjadikan satu system yang menyeluruh.
Konsep ini merupakan konsep system masa depan, yang menjadikan semua data terintegrasi atau adanya data mining. Dengan konsep ini pihak eksekutif manajemen akan mudah dan cepat untuk mendapatkan data dari masing-masing fakultas atau jurusan. Peta situasi di universitas akan terbaca secara akurat. Setiap masalah yang terjadi diuniversitaspun akan dapat diselesaikan dengan cepat. System ini akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja universitas.

Open sources
Dimasa yang akan datang semua sisitem akan beralih ke open sources, penggunaan software-software open source menjadi trend, disamping karena pertimbangan biaya. Jadi biaya yang digunakan untuk membeli lisensi software dapat dialihkan untuk pengembangan sistem.

Sistem Online Berbasis Layanan
o CBT (Computer Based Test) untuk Penerimaan Mahasiswa Baru
Penerimaan mahasiswa baru merupakan ujung tombak universitas untuk merekrut calon mahasiswanya. Kualitas dan kuantitas calon mahasiswa ditentukan disini. Oleh karena itu diperlukan strategi dan konsep yang jelas. Dukungan teknologi IT sangat membantu dalam perekrutan mahasiswa, ditengah banyaknya universitas maupun sekolah tinggi. Konsep yang sekarang sudah berjalan menggunakan “Computer Based Test” secara intranet. Kedepan system ini harus online, dimana calon mahasiswa dapat melakukan tes dimana saja tanpa ada hambatan. Tetapi kesulitannya melakukan system online adalah tidak adanya kontrol yang pasti bahwa yang tes betul-betul si calon mahasiswa bukan orang lain. Hal ini merupakan tantangan tersendiri yang harus dipecahkan bagaimana caranya mengatasi hal tersebut. Jika system CBT ini bisa secara online maka universitas akan sangat diuntungkan karena akan dapat memangkas biaya operasional penerimaan mahasiswa dan dari sisi calon mahasiswa mereka dapat melakukan pembayaran biaya pendaftaran lewat bank yang telah bekerjasama dengan universitas dan tes di daerahnya tanpa harus ke universitas dan menghemat biaya ongkos. Ini merupakan system yang ideal dimasa yang akan datang.
o Akademik
Untuk meningkatkan layanan dan service universitas, maka penggunaan teknologi IT harus terus ditingkatkan agar para mahasiswa dapat terlayani dengan lebih baik dan merasa puas dengan apa yang mereka dapat baik dari segi pendidikan maupun layanan lainnya yang akan memanjakan mahasiswa sebagai konsumen. Kepuasan merupakan parameter yang penting yang harus diperhatikan oleh pihak universitas, karena menyangkut image dan citra universitas di mata masyarakat. Keunggulan iuniversitas di bidang akademik perlu di tonjolkan dan ditingkatkan terus menerus. Standar dan kualitas pendidikan perlu ditingkatkan dan menggunakan standar internasional, sehingga nantinya dapat bersaing dengan universitas-universitas dari luar negeri. Kerjasama baik dengan pihak universitas lain dalam dan luar negeri maupun dengan perusahaan akan sangat mendukung kemajuan universitas dimasa yang akan datang.
o Library
Perpustakaan online dan terintegrasi untuk satu universitas maupun terintagrasi dengan seluruh perpustakaan di Indonesia merupakan tren di masa yang akan datang. Dimana tidak ada lagi sekat-sekat untuk meminjam di perpustakaan merupakan pengembangan system global.
o Kepegawaian
SIM kepergawaian juga di akses secara online dengan detail lengkap dengan riwayatnya. Disini peran BPSDM hanya sebagai fasilitator dan memberikan layanan untuk setiap pegawai di universitas. Penempatan pegawaipun sudah mulai diperhatikan sesuai dengan bakat dan kompetensinya. Penggunaan IT ini akan sangat membantu setiap pegawai untuk melihat baik data maupun prestasinya.
o Payroll
System penggajianpun data dan informasi maupun komplain dapat dilakukan secara online sehingga terjadi transparansi dari pihak universitas. System ini akan memudahkan pegawai dalam melihat data-data yang berhubungan dengan penggajian, baik gaji pokok, tunjangan, maupun potongan-potongan yang dikenakan pada pegawai tersebut.

SMS Gateway
Informasi lewat SMS merupakan trend ke depan, penggunaan teknologi SMS harus dikembangkan dengan serius karena akan sangat membantu baik untuk promosi maupun untuk keperluan akademik. SMS dapat digunakan untuk layanan akademik (info kuliah, pendaftaran kuliah, KKN, nilai kuliah, status mahasiswa, peminjaman buku, absensi, dll).

e-Learning sebagai wahana pembelajaran
o e-Learning untuk proses akademik
system ini akan sangat membantu dosen dalam proses belajar mengajar dan mahasisiwa dalam berinteraksi dengan mata kuliah tersebut. Dosen diharapkan lebih aktif begitu juga mahasiswanya sehingga akan sangat efektif dan efisien. Bahan-bahan matakuliah dapat langsung di download di system dan mahasiswa dapat mengumpulkan tugas lewat system. Penilaian dosen juga bisa langsung dilakukan di system. Jika system ini diterapkan secara full maka dosen dan mahasiswa akan sering bertemu secara online tanpa harus duduk di satu ruangan, tidak tersekat oleh tempat dan daerah bisa dilakukan via jarak jauh. System ini sangat menghemat ruang dan gedung yang biayanya mahal dan fasilitas lainnya.
o Computer Based Test untuk Mahasiswa
Tes mahasiswa baik MID maupun ujian akhir dapat dilakukan dengan menggunakan computer, dan sangat memungkinkan dapat dilakukan secara online. Dengan system ini akan menciptakan suasana belajar yang canggih dan menghemat dosen dalam mengoreksi jawaban soal.
o Virtual Laboratorium
Lab. Virtual merupakan konsep lab. dengan menggunkanan software khusus komputer yang bisa dibuat sendiri ataupun menggunakan software yang telah ada. Lab ini sangat menghemat baik tempat ataupun peralatan yang mahal harganya. Konsep ini akan memerlukan software yang berbasis inteligensi.
o e-Library
Perpustakaan digital, merupakan tren kedepan. Dimana perpustakaan sebagai bank data dan menyediakan fasilitas buku-buku dalam bentuk digital atau e-Book. Hal ini akan menjembatani perbedaan antara Negara maju dan perkembang dalam hal teknologi dan ilmu pengetahuan. Perpustakaan digital berisi jurnal, karya ilmiah, e-book, skripsi mahasiswa, tesis, disertasi, artikel-artikel, dan berita-berita terbaru seputar ilmu pengetahuan dan dunia.
o e-Access Internet Free
Layanan internet free di lingkungan universitas yang mendukung, baik dari fasilitas dan kecepatan akses, dan terbentuknya lingkungan yang kondusif dan nyaman untuk proses belajar. Layanan internet free di lingkungan universitas menggunakan hot spot atau fasilitas lainnya, merupakan daya dukung universitas terhadap proses belajar dan pembentukan budaya universitas untuk menjadi yang terbaik.

ID Card – Smart Card (RFID Card)
o Academic Process
“Satu card untuk semua” merupakan slogan dimasa yang akan datang. Smart card merupakan kartu menggunakan teknologi RFID yang dapat digunakan untuk semua layanan akademik, pembayaran, perpustakaan, maupun akses lainnya. Hal ini akan sangat memudahkan universitas dalam melayani mahasiswanya. Dengan integrated sistem hal tersebut dapat dilakukan. Di perpustakaan penggunaan RFID akan sangat membantu baik dalam hal pencarian maupun untuk mengetahui tingkat persediaan/inventory system.
o Bill Process
Smart card ini dapat juga digunakan untuk melakukan transaksi dengan bank, sebagai partner universitas dan dapat digunakan untuk mengakses layanan yang lain yang melakukan kerjasama dengan pihak universitas misalnya layanan rumah sakit.
o Absensi process and identifier
Smart card dapat juga digunakan untuk melakukan absensi baik untuk pegawai universitas maupun mahasiswa. Selain sebgai id card yang memegangnya. Kecanggihan ini akan didukung dengan fasilitas RFID yang memadai sehingga mobilitas terutama pegawai universitas dapat terdeteksi dan dilihat secara real time. Misalnya Pak Rektor sekarang ada dimana dapat terdeteksi selama masih dalam jangkauan RFID.

Sejauh ini IAIN Syekh Nurjati sedang melakukan tahapan – tahapan pengembangan teknologi informasi yaitu

  1. Dibangunnya data center serta laboratorium komputer serta jaringan dengan backbone fiberoptic
  2. Sosialisasi penggunaan teknologi informasi dengan mewajibkan seluruh informasi dilakukan secara paralel baik secara manual ataupun melalui media Internet yang diharapkan meningkatkan ratting dalam tujuan masuk ke pemeringkatan webometric
  3. Analisa perancangan modul-modul kerja yang akan dikomputerisasi dan akan secepatnya direalisasikan dalam aplikasi yang online.
  4. Implementasi secara bertahap baik tingkat jurusan, fakultas maupun rektorat yang diharapkan dalam 2 tahun seluruh aplikasi dapat diselesaikan dan running secara maksimal.

berikut contoh salah satu web jurusan :

Web Jurusan akhwal Asy-Syakhsiyah Fakultas Syariah IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Aplikasi Monitoring informasi diseluruh web departemen di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Berikut ini contoh aplikasi monitoring informasi diseluruh civitas akademika dilingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam rangka menyamakan visi dan misi perguruan tinggi dan penyampaian informasi kepada masyarakat luas.

Semoga dalam waktu dekat seluruh aplikasi yang ada dalam blueprint Puskom dan Pengembangan Sistem Informasi IAIN Syekh Nurjati dapat terwujud.

Upacara Bendera 17 Agustus 2012

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 67 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Bersama ini kami beritahukan kepada seluruh Dosen, Karyawan, DEMA, SEMA dan jajarannya, MENWA, dan PRAMUKA di lingkungan IAIN Syekh Nurjati  Cirebon  untuk mengikuti upacara bendera HUT Kemerdekaan RI  yang akan digelar di Lapangan parkir Rektorat IAIN Syekh Nurjati Cirebon, 17 Agustus 2012 jam 07:30 wib.

Hari Jumat merupakan hari terakhir kerja dan merupakan awal liburan bagi PNS. Namun bagi PNS, kegiatan HUT Kemerdekaan RI merupakan sebuah kewajiban. Seluruh civitas akademika akan kembali aktif pada tanggal 23 Agustus 2012.

Diwajibkan seluruh PNS dilingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon memakai baju korpri lengkap. Sedangkan civitas akademika lainya menyesuaikan.

CSR Telkom : “Berbagi Kenikmatan Di Bulan Ramadhan”

Kunjungan Menko Hatta Rajasa dan Menhut Zulkifli Hasan dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Lex Laksamana pada Stand Pasar Murah Sembako gelaran Telkom, Beras murah BULOG, stand wirausaha khas Cirebon yang menjual batik khas Cerbonan, makanan, fashion, Craft, KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Cirebon dan Disperindagkop-UMKM Cirebon di IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Hampir semua stand peserta mendapat kunjungan Hatta Rajasa yang didampingi Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Lex Laksamana, diantaranya Stand Pasar Murah Sembako gelaran Telkom, Beras murah BULOG, stand wirausaha khas Cirebon yang menjual batik khas Cerbonan, makanan, fashion, Craft, KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Cirebon dan Disperindagkop-UMKM Cirebon.
Telkom melalui Unit CDC sesuai Surat permintaan pihak Kemenko-Perekonomian-RI terkait kunjungan Safari Ramadhan Menko-Perekonomian, bekerjasama dengan pihak Rektorat IAIN Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan gelar pasar murah Sembako dengan menurunkan 2000 paket senilai Rp. 110.000,- net per paket dijual kepada warga masyarakat kurang mampu dan miskin di wilayah Cirebon dengan harga Rp. 35.000,- per paket dengan menggunakan kupon pengambilan serta tanda tinta bagi yang telah memperoleh paket Sembako, sehingga sangat kecil kemungkinannya terjadi penebusan ulang oleh warga yang sama.
Team CDC Telkom dari Sub Area Cirebon Laufitta (Fifi) didampingi Team CDC Telkom yang dikomandani Officer-1 Bina Lingkungan M. Soheh turut mengatur antrian warga yang mencapai jumlah lebih dari alokasi Sembako yang tersedia, kendati demikian pelaksanaan penjualan Sembako murah berjalan lancer tanpa insiden sedikitpun, bahkan salah seorang warga pengantri sembako Siti Nurhayati (54 tahun) mengatakan, paket sembako yang dari Telkom mutunya lebih bagus daripada yang di Plered (BUMN lain-Red), soal harganya sama saja sih, disono juga segitu jeh ujarnya.

Sumber : http://www.telkom.co.id/telkom-peduli/berita-csr/sosial/csr-telkom-berbagi-kenikmatan-di-bulan-ramadhan.html

Mahasiswa dan Santri Bisa Mandiri dengan Wirausaha

Cirebon. Kegiatan kewirausahaan bertajuk Sosialisasi Program Kewirausahaan Kreatif Berbasis Ekonomi Syariah ditutup, Senin (13/8), Penutupan yang dibuka oleh Menko Perekoomian Hatta Radjasa itu dilakukan di ballroom Hotel Zamrud Cirebon, Senin (13/8).

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia Kegiatan Prof. Dr. Wahidin, M.Pd. mengatakan, jika kewirausahaan sangat penting untuk menggerakan perekonomian bangsa yang berbasis inovasi dan kreativitas. Karena itu, kewirausahaan harus diajarkan kepada generasi muda sedini mungkin.

Generasi muda jangan hanya bercita-cita menjadi PNS karena kuoatanya terbatas. Dengan berwirausaha roda perekonomian akan terus berputas dan berkembang,” ujar Wahidin.

Wahidin mengungkapkan, Indonesia kaya akan sumber daya alam. Namun selama ini sumber itu hanya dijual ke luar negerei dalam bentuk mentah. Akibatnya, Indonesia masih tertinggal dibandingkan Negara lain. “Negara akan maju kalau kita bias mengolah bahan mentah yang kita miliki.,” tegas Wahidin

Karean itu, dibutuhkan jiwa-jiwa wirausaha yang memiliki inovasi dan kretaivitas untuk mengelola bahan mentah itu menjadi barang jadi. Dengan demikian, hal itu akan mendatangkan nilai tambah bagi masyarakat dan mendorong kemajuan Indonesia.

Wahidin mengungkapkan, semua orang bias menjadi wirausaha. Pasalnya, nilai-nilai kewirausahaan bias dipeljari. Dia menyebutkan, ada tiga tahapan untuk menjadi wirausaha.

Pertama, pembibitan. Maksudnya, mesyarakat diajarkan dan ditanamkan mengenai pola piker untuk berani mengambil keputusan dan resiko. Kedua, penempaan, yaitu memperbaiki berbagai jaringan system. Ketiga adalah pengembangan daengan belajar cara memperoleh modal dan memperluas jaringan.

Tak hanay itu, untuk menjadi wirausahawan, setiap orang harus memiliki beberapa hal. Yaitu semangat untuk manju, selalu berlomba mengedepankan sikap mandiri, dan tidak mau tergantung pada orang lain, semangat inovasi, dan kreativitas, perluas jaringan dengan terus mengembangkan dan mempererat silaturrahmi serta pantang menyerah.  “Seorang wirausahawan juga harus bias mengerjakan pekerjaan dengan tepat waktu,” tegas Wahidin.

Melalu kegiatan yang difasilitasi pemerintah itu pihaknya berharap agar kewirausahaan yang dilakukan masyarakt dapat dijalankan dengan system syariah. Pasalnya, system ekonomi syariah terbukti mampu menyelesaikan berbagai persoalan dan memberikan keadilan pada semua pihak.

Wahidin mengungkapkan berbagai sistem ekonomi di luar syariah yang diterapkan banya Negara terbukti tidak bias melahirkan splusi keadilan. Akibatnya, system tersebut runtuh dan muali ditinggalkan, seperti kapitalis

Pihaknya sangat tertarik terhadap program pemerintah yang bertujuan mengembangkan kewirausahaan seperti ini. Dia juga percara bila kewirausahaan akan melahirkan kemandirin dan kesejarhteraan. “dengan diluncurkannya program pembentukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kewirausahan Kreatif (P3K2) diharapkan akan mampu membangun watak entrepreneur para mahasiswa dan santri yang menjadi peserta kegiatan ini.” Jelanys (wld)

 

Sumber: dimuat pada Koran Rakyat Cirebon, Selasa 14 Agustus 2012

ToT Smart Learning, Memicu Dosen dan Memacu Mahasiswa

Bulan Ramadlan merupakan bulan refleksi bagi umat Islam di manapun. Bagi dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon, salah satu refleksinya adalah dengan mengadakan “Training of Trainer (ToT) Smart Learning”. Fungsi ToT tersebut untuk me-refresh dari beberapa materi yang akan disampaikan kepada mahasiswa pada saat “pengenalan” smart learning selama kuliah di IAIN, demikian disampaikan Dr. Septi Gumiandari sebagai Ketua Pusat Penjaminan Mutu Akademik (PPMA) pada saat pembukaan ToT yang sekaligus sebagai pelaksana kegiatan pelatihan Smart Learning.
Refresh materi Smart Learning dalam ToT tersebut, sebenarnya bukan untuk memperkuat materi, tetapi bagaimana cara-cara menyampaikan materi tersebut di kelas dengan berbagai games, supaya tidak dominan ceramahnya. Bagi seorang dosen, tentu saja, cara-cara tersebut juga penting untuk dipraktekkan ketika mengajar di kelas pada saat perkuliahan. Karena itu, menurut Mahrus, salah seorang peserta ToT berharap, supaya smart learning itu benar-benar dipraktekkan juga oleh dosen-dosen lainnya. Harapan Mahrus tersebut sejalan dengan kegelisahan Rektor IAIN Syekh Nurjati, seperti diungkap Septi pada saat pembukaan ToT.
Seperti tahun sebelumnya, ToT kali ini terdapat materi bagaimana menghindari plagiasi pada saat penulisan makalah, skripsi, dan tugas-tugas lainnya. Plagiasi dapat membuat seseorang tidak jujur, tidak bertanggung jawab, dan melakukan tindakan penipuan secara akademik. Sayang sekali, pada ToT tersebut, cara-cara menghindari plagiasi kurang mendapat respon peserta dan waktu yang disediakan juga cukup terbatas. Para fasilitator lebih asik dengan memperbanyak permainan untuk materi pengenalan dan pengembangan keterampilan kepribadian, mulai dari intrapersonal hingga interpersonal.
Dr. H. Sumanta dalam sambutan penutupan ToT menegaskan akan pentingnya smart learning untuk keberhasilan mahasiswa. Dengan menyebut pengalamannya dulu sewaktu menjadi Ketua Prodi Al-Ahwal Al-Syakhsiyah, Sumanta menceritakan, ada seorang mahasiswa yang belum bisa membaca bahasa Arab, tetapi saat ini sudah pandai bahasa Arab dan sekarang sedang menempuh program doktoral. Saat itu, para dosen belum menggunakan smart learning, tetapi beberapa dosen sudah mempraktekannya walaupun secara terbatas. Karena itu dengan ToT smart learning tersebut, bukan hanya memicu para dosen IAIN Syekh Nurjati untuk meningkatkan kualitasnya, tetapi juga dapat memacu mahasiswa untuk dapat berkembang keterampilan akademik dan kepribadiannya sesuai dengan standar ilmiah.
Semoga dengan ToT tersebut, pelatihan “smart learning” bagi mahasiswa yang akan diselenggarakan pada tanggal 2-4 Agustus 2012 di kampus IAIN Syekh Nurjati dapat memberi kontribusi yang signifikan. Sehingga motto, “Inspiring for Excelences” bagi civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon benar-benar dapat diaktualisasikan dalam setiap aktifitas akademika. [ ]

Workshop Dosen Dan Tenaga Kependidikan

Salah satu faktor kritis persaingan meraih keunggulan Sumber  Daya Manusia dalam organisasi manapun baik bisnis non profit, pemerintah ataupun swasta, adalah tingkat ketersediann dan keadaan sumber daya manusia yang kompeten di bidang-bidang paling kritis pada saat dibutuhkan baik kualitas dan kuantitas.

Seiring dengan perkembangan jaman dan untuk mencapai keunggulan SDM, maka telah terjadi perubahan fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia dari aktivitas personalia menjadi aktivis pengelolaan SDM. Aktivitas Manajemen SDM tidak hanya melihat pegawai sebagai pekerja namun lebih kepada sebagai asset organisasi yang perlu dipelihara dan dikelola dengan baik. Dengan demikian organisasi perlu membangun Sistem Manajemen SDM terpadu yang sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai visi organisasi dan keunggulan kompetitifnya.

Hal tersebut sejalan dengan semangat Kementerian Agama RI dalam mendorong Reformasi Birokrasi menuju optimalisasi pelayanan publik. Karena itu perlu dilaksanakan workshop pengembangan SDM bagi Staf Administrasi pada IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Prof. Dr. H. Maksum, M.A. : Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Lahir di kota udang Cirebon pada Tanggal 9 Agustus 1954. Orang tuanya memberi nama Maksum. Terkadang di kalangan terdekatnya beliau sering dipanggil dengan Bapak Maksum Mukhtar dinisbahkan kepada almarhum orang tua beliau K.H. Mukhtar seorang ulama terkemuka pengasuh pondok pesantren AFMI Babakan Ciwaringin Cirebon. Ibundanya bernama Hj. Aminah. Sebagaimana layaknya putera seorang Kyai, Maksum kecil hidup tumbuh dan dibesarkan dalam tradisi pesantren yang teramat kental. Kedua orangtuanya membesarkan beliau dengan kasih sayang, penuh kesederhanaan, religius tetapi dengan disiplin serta warisan cita-cita yang tinggi.  Besar dalam tradisi pesantren dan suasana pendidikan yang religious menyebabkan Maksum kecil memiliki tanggungjawab besar untuk mewarisi ilmu sekaligus mewarisi pesantren yang dimiliki keluarganya sehingga sejak kecil berminat besar terhadap dunia ilmu dan dunia pesantren. Apalagi masa kecilnya sebagian besar dihabiskan di desa Ciwaringin Cirebon, sebuah desa yang terkenal dengan sejumlah pesantren besar serta masyarakat yang setia memelihara dan menjunjung tinggi nilai-nilai pesantren.

Sosok yang bersahaja dan religious ini menyelesaikan pendidikan dasarnya (SD) di  desa tercinta  Ciwaringin sampai dengan jenjang menengah (SMP). Ketika memasuki  jenjang SMA orang tuanya mendorong Maksum remaja untuk mencari pengalaman serta belajar hidup mandiri sehingga beliau merantau ke Kendal Jawa Tengah untuk menyelesaikan SMA sekaligus mondok di sebuah pesantren. Minat besar Maksum remaja terhadap dunia ilmu   dan sain yang diperolehnya di SMA mengantarkan beliau memasuki Fakultas Kedokteran UNISULA Semarang, tentu saja pilihannya memasuki fakultas kedokteran tidak lepas dari pandangan visioner  yang diwarisi oleh orang tuanya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di UNISULA Semarang beliau menekuni bidang ilmu kedokteran selama kurang lebih lima tahun dari tahun 1973 sampai 1978. Sejatinya pada tahun 1978 beliau mendapatkan gelar dokter tetapi tidak diselesaikannya sehubungan sesuatu dan lain hal, disamping minat keilmuan dasarnya yaitu kajian ilmu agama dan pendidikan yang diwariskan oleh orang tuanya tumbuh semakin kuat sehingga mendorongnya untuk kembali ke habitat asalnya yaitu agama, pendidikan dan pesantren.

Dengan minat dasar keilmuannya terutama pada kajian ilmu agama dan pendidikan, suami dari Dra. Hj. Latifah, M.Pd. ini mulai menjelajah berbagai dunia akademik. Pada tahun 1979 beliau mengikuti program M’ahad al-Lughah di Universitas Ummul Qurra (Makkah Al-Mukarramah). Di Makkah beliau menghabiskan waktu untuk menekuni bidang ilmu agama sebagai minat genuine akademisnya selama lima tahun, dan selesai pada tahun 1984. Beliau kembali ke Ciwaringin mengabdikan ilmu yang telah diperoleh di pesantren ayahandanya sambil mengikuti program S1 Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Gunung Djati Cirebon dan diselesaikan pada tahun 1988. Tidak puas dengan jenjang S1, sambil tetap menekuni dunia pendidikan dan kepesantrenan beliau melanjutkan ke jenjang Magister serta mengambil kajian Islamic Studies di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jenjang Magister ditempuhnya selama kurang lebih dua tahun saja serta selesai pada tahun 1992. Puncaknya beliau mengambil program doktoral  (S3) dengan kajian yang sama (Islamic Studies) masih di perguruan tinggi yang sama (IAIN Syarif Hidayatullah) Jakarta. Program doktoralnya di selesaikan selama empat tahun dari tahun 1993 sampai dengan tahun 1998. Disertasinya tentang pendidikan Islam menjadi tanda minat beliau terhadap kajian pendidikan Islam khususnya  pendidikan Pesantren.

Sosok yang gandrung membaca dan mengkoleksi buku ini memulai karir pengabdiannya di dunia pendidikan formal ketika beliau di angkat menjadi tenaga pengajar di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung yang ada di Cirebon tahun 1988. Disamping mengajar di perguruan tinggi lain yang ada di wilayahnya antara lain Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Islamic Center Cirebon dari tahun 1990 sampai dengan tahun 2000. Menjadi dosen Pasca Sarjana IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dari tahun 1999 sampai dengan 2004 untuk kajian filsafat pendidikan Islam dan kajian hadits pendidikan (hadits tarbawy). Berpartisipasi sebagai dosen tamu pada program pasca sarjana kerjasama Mc Gill University Canada dan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2000 dan lain sebagainya. Sampai saat ini di sela-sela kesibukan beliau sebagai Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menulis buku, dan memberikan ceramah di sejumlah kegiatan seminar nasional, beliau tetap melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran di Fakultas Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon serta Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Puncak prestasi akademiknya ditandai dengan pengangkatan beliau sebagai guru besar bidang pendidikan Islam tahun 2003. Dengan pengangkatan beliau sebagai guru besar maka pengabdiannya di bidang pendidikan lebih optimal dan lebih luas.

Disamping mengabdi di dunia pendidikan dan pengajaran beliau juga di beri amanah menduduki beberapa jabatan. Karena minatnya pada pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat beliau diangkat sebagai Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) IAIN Sunan Gunung Djati Bandung di Cirebon dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2000. Kemudian merangkak naik menjadi  Ketua Jurusan Tarbiyah IAIN Sunan Gunung Djati Bandung di Cirebon dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2002. Beliau berperan besar dalam perubahan status dari IAIN Sunan Gunung Djati Bandung di Cirebon menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Cirebon.  Di tangan beliau STAIN Cirebon menjadi Perguruan Tinggi Islam yang mandiri tidak lagi menginduk ke IAIN Sunan Gunung Djati Bandung. Perubahan dari IAIN Bandung ke STAIN Cirebon menjadikan Pak Maksum (demikian teman-teman dosen biasanya memanggil) dipercaya menjadi Pembantu Ketua I STAIN Cirebon Bidang Akademik dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2010.  Beliau juga turut serta membidani kelahiran program pascasarjana di STAIN Cirebon. Dengan kehadiran program pascasarjana di STAIN Cirebon beliau ikut serta membina, mengembangkan dan mengajar di program pascasarjana sejak tahun 2005 sampai dengan saat ini.

Pada saat beliau menjabat sebagai Pembantu Ketua I STAIN Cirebon, proses transfromasi satu-satunya perguruan tinggi negeri di wilayah III Cirebon dan sekitarnya ini terus di optimalkan. Puncaknya ketika usulan perubahan status dari STAIN Cirebon menjadi IAIN Syekh Nurjati Cirebon diterima oleh pemerintah dengan terbitnya peraturan pemerintah tentang perubahan STAIN Cirebon menjadi IAIN. Dalam proses transisi ini, kembali  sosok Prof. Dr. Maksum, MA turut berperan serta diberi tanggungjawab untuk menggiring perubahan status menjadi lebih kondusif dan berlangsung konstruktif. Untuk itu beliau diangkat menjadi Pgs Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada tahun 2010-2011.  Ketika pemelihan Rektor IAIN Sykeh Nurjati untuk pertamakalinya di gelar maka beliau terpilih menjadi Rektor pertama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon pada tahun 2011 untuk empat tahun ke depan.

Pemikiran Tentang Pendidikan

Arus utama keilmuan beliau adalah pendidikan Islam dan pesantren. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah karya beliau serta sejumlah seminar yang beliau isi. Pemikiran pendidikan Islam juga yang mengantarkan beliau diangkat sebagai guru besar. Namun demikian wawasan keilmuannya relatif luas. Dalam beberapa kesempatan beliau terkadang berbicara tentang politik, sosial dan budaya bahkan ekonomi. Hal ini tidak lepas dari kegemaran beliau membaca buku dan menjelajah pengetahuan baru.

Khusus tentang pendidikan Islam, beliau menaruh minat pada visi modern pendidikan Islam. Menurut Prof. Dr. H. maksum, MA. pendidikan Islam harus memodernisasi dirinya sendiri melalui proses sistemik dan sitematis. Proses modernisasi pendidikan Islam dimulai dari revitalisasi aspek philosopical input pendidikan Islam yaitu tujuan pendidikan Islam, pandangan islam tentang pembelajaran, tentang murid dan tentang peran guru/dosen. Pendidikan Islam harus terampil mengaca diri dan melakukan refleksi terhadap berbagai dinamika yang sedang berlangsung dengan tetap berakar pada nilai-nilai tradisi Islam dan keindonesiaan. Pendidikan Islam didorong berperan dalam garda terdepan untuk membangun Islam indonesia yang berkarakter dengan memelihara keislaman, keindonesiaan sekaligus kemodernan secara sinergis. Bagi prof. Maksum pendidikan Islam tidak akan ditinggalkan oleh client atau penggunanya spanjang memiliki kepekaaan terhadap kebutuhan masyarakat serta membangun secara optimal relevansi dan artikulasi nilai-nilai pendidikan dan menunjukan profesionalisme pengelolaan kepada masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu aspek profesionalisme  pengelolaan pendidikan islam menurut Prof. Maksum menjadi sesuatu yang vital.

Pemikiran pendidikan Prof. Maksum tidak bisa dilepaskan dari empat kerangka utama pemikirannya yaitu kepesantrenan, Islam bercorak Indonesia yang moderat, masyarakat dan pendidikan Islam, dan modernisai pendidikan islam. Empat kerangka utama pemikirannya ini teartikulasi dalam tulisan, sejumlah pembicaraan dan langkah-langkah kebijakan dalam mengelola IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Visi dan Misi Kepemimpinan Di IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Sebagai Rektor Pertama, visi beliau dalam memimpin IAIN Sykeh Nurjati Cirebon dalam empat tahun ke depan adalah  “Membangun Landasan Profesionalisme Untuk  IAIN Syekh Nurjati yang Kompetitif dan Unggul”. Visi ini tidak bisa dilepaskan dari keinginan beliau untuk melakukan transformasi secara systemik dan sistematis sehingga proses transisi tidak berlangsung lama dan tanpa arah. Visi ini dijabarkan dalam sejumlah misi yang artikulatif yang harus menjadi dasar kebijakan setiap pengemban amanah di tingkat fakultas dan jurusan serta lembaga penunjang di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Visi dijabarkan dalam misi sebagai berikut:

  1. Menggelorakan budaya kepakaran (expertise) dalam kegiatan akademik di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
  2. Mengedepankan profesionalisme dalam pengelolaan dan pendelegasian tanggungjawab pengelolaan akademik di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
  3. Mempererat sinergi antara IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan pemerintah dan masyarakat sebagai stakeholders.
  4. Memperkokoh integritas moral dan integritas intelektual untuk membangun citra IAIN sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi Islam.
  5. Mengoptimalkan kegiatan resepsi dan apresiasi akademik di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
  6. Mempertajam kegiatan riset dan penyelenggaraan akademik berbasis riset untuk meningkatkan relevansi dan artikulasi lulusan IAIN di Masyarakat.
  7. Meminimalisir kegiatan politisasi kampus untuk menciptakan kampus yang optimal sebagai lembaga akademik.

Strategi Pengembangan Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Sebagai perguruan tinggi Islam negeri, IAIN Syekh Nurjati Cirebon memiliki peran strategis dalam membina dan melahirkan kader-kader intelektual Islam. Meskipun baru satu tahun IAIN bermetamorfosis namun Prof. Dr. H. Maksum, MA. sebagai rektor telah memiliki strategi yang matang untuk membawa IAIN menjadi perguruan tinggi unggul. Merujuk kepada visi serta misi yang telah dirumuskan di atas maka sejumlah strategi untuk mendukung terwujudnya visi telah diambil meliputi:

  1. Sinergi antar lini untuk pengelolaan IAIN yang optimal.
  2. Budaya mutu dalam setiap pengelolaan program dan kerja akademik.
  3. Akuntabilitas pengelolaan anggaran.
  4. Realibilitas program.
  5. Relevansi dan artikulasi program di setiap satuan tugas.

Peran di Masyarakat dan Dunia Pendidikan

Sebagai pakar dalam bidang pendidikan Islam Prof. Dr. H. Maksum, MA. banyak diminta kontribusi pemikiran serta kiprahnya dalam mengembangkan pendidikan Islam. Melihat eksistensinya yang peduli terhadap dunia pesantren Kementerian Agama menunjuknya sebagai musyrif untuk tahkik kutub al-turats sejak tahun 2007 sampai dengan sekarang. Sejak tahun 2008 direktorat pendidikan tinggi Islam Kementerian Agama menunjuknya sebagai Tim Ahli Sertifikasi Dosen dan anggota Tim Task Force Dual Modes untuk mengoptimalkan dan memantau penyelenggaraan program peningkatan kualifikasi guru agama di sekolah umum. Pada tahun berikutnya (2009) diangkat oleh Kementrian Pendidikan sebagai asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Kiprah di dunia pendidikan menonjol ketika beliau terjun di dunia pendidikan sejak tahun 1980. Beliau sering diminta sebagai konsultan pondok pesantren, direktur lembaga, pendamping kepala MTsN, intruktur training guru dan tenaga kependidikan, tim peneliti bidang pendidikan, atau sebagai pembicara dalam seminar baik nasional maupun internasional terutama pada bidang pendidikan. Sejumlah kegiatan akademik beliau di luar dan dalam negeri antara lain:

  1. Regional Workshop on Teaching Method and Curricula development, Teheran, Iran, 2007.
  2. Short Course on Community Development, Canada, 2006.
  3. Anggota Dewan Sekolah SMU Negeri 07, Cirebon, 2002 – 2004.
  4. Tim Peneliti Pendidikan Dasar dan Menengah Bappeda, Kabupaten Cirebon, 2000 sampai sekarang.
  5. Instruktur In House Training “Walisongo Institute Research, dalam rangka Basic Education Program, Departemen Agama, 2001.
  6. Pendampingan Kepala Madrasah MTsN Model Brebes, Jawa Tengah, Proyek BEP Depag Pusat, 2000-2001.
  7. Direktur Eksekutif “JALISA JATI DIRI” (Jalinan Layanan Studi dan Informasi Agama), 1999 sampai dengan sekarang.
  8. Direktur Eksekutif Klub kajian Agama “Nurjati”, 1995 -2003.
  9. Konsultan Pengasuh Pesantren Putra “Ikhwanul Muslimin” dan Pesantren Putri AFMI babakan Ciwaringin Cirebon, 1980 sampai sekarang.

Kegandrungannya dalam dunia pendidikan menggiring beliau untuk selalu mencurahkan gagasannya dalam tulisan. Sejauh ini ada beberapa karya yang menunjukan pemikiran dan gagasan beliau antara lain:

Buku:

  1. Pendekatan Baru Pembelajaran Bahasa Al-Qur’an, Humaero Center, 2004, Jakarta.
  2. Madrasah; Sejarah dan Perkembangannya, Logos, Jakarta.
  3. Dinamika Madrasah Orde Baru, Sakinah Publishing, 1999, Jakarta.
  4. Pola Pembelajaran Pondok Pesantren, Ministry Of Religious Affair, Jakarta.
  5. Manusia Pendidikan (Dalam proses penerbitan).
  6. Ta’lim al-Lughah al-Arabiyah li Kibar al-Sinn (dalam proses penerbitan).

Jurnal dan Antologi

  1. Madzahir al-Thatawwur Fi al-Lughah al-Arabiyah, Lektur, No. XI, 2001.
  2. Studi Islam di Haramani, Pengalaman Studi di Timur Tengah, Logos, Jakarta, 2001.
  3. Nadzariyah al-Mashlahah Inda al-Thufi, Lektur, No. XI, 2000.
  4. Asal-Usul dan Karakteristik Madrasah Abad Pertengahan, Antologi Studi Islam, Teori dan Methodologi, Post Graduate Program, IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2000.

Penelitian

  1. Corak Hubungan Interrelation Manusia Dalam Perspektif Al-Qur’an dan Filosof, Individual Research, Desember, 2000.
  2. Transformasi Pendidikan Islam di Lingkungan Departemen Agama pada Masa Orde Baru, Disertasi, IAIN Syarif Hidayatullah jakarta, 1998.
  3. Dirosat al-Nadzariyah an al-Nahwi al-Ta’limy wa tadrisihi li Kibar al-Sinn, Tesis, 1987.
  4. Aujuh al-Qushur Fi Tadris Qiroat al-Qur’an Fi Indonesia, Tesis Diplima, 1985.

Artikel Seminar dan Training

  1. Politik Pendidikan Islam di Indonesia, Seminar Politik, Ekonomi dan Pendidikan Islam, Pascasarjana IAIN Sunan kalijaga, April 2000.
  2. Peranan Pendidikan Agama Islam Dalam Menanggulangi Krisis Bangsa, Seminar dan Musyawarah Alumni STAIN Cirebon, 2 Juli 2000.
  3. Peranan Isntitusi Pendidikan dan Keagamaan Dalam Perubahan Sosial kemasyarakatan di Abad 21, Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa SAIN Cirebon, 24 Oktober 2000.
  4. Beberapa artikel bidang pendidkan dan sosial keagamaan.

Pengumuman Pendaftaran Ulang Mahasiswa Baru

BAGI CALON MAHASISWA BARU IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

TAHUN AKADEMIK 2012/2013

JALUR SPMB-PTAIN (REGULER & BIDIKMISI), SPMB-MANDIRI, DAN PPSB GEL. II

A. KETENTUAN DAFTAR ULANG

  1. Waktu daftar ulang tanggal 13 – 23 Juli 2012 (jam kerja)
  2. Tempat daftar ulang di Bagian Akademik dan Kemahasiswaan IAIN Syekh  Nurjati Cirebon Lt. II Gedung Rektorat
  3. Apabila sampai batas waktu yang telah ditentukan tidak melakukan daftar  ulang, maka yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri

B. TATA CARA DAFTAR ULANG

  1. Membayar SPP dan biaya lainnya di Bagian Keuangan (Lt. I Rektorat) dengan menunjukkan kartu ujian.
  2. Mengambil dan mengisi form daftar ulang di Bagian Akademik (Lt. II Rektorat) dengan menunjukkan bukti pembayaran
  3. Menyerahkan form daftar ulang dan melampirkan berkas berupa :
  • Foto copy kartu ujian
  • Foto copy bukti pembayaran
  • Foto copy Ijazah dan SKHUN yang telah dilegalisir
  • Pas foto berwarna 2×3 dan 3×4 masing-masing 2 lembar
  • Surat Keterangan Sehat dari Dokter/Puskesmas
  • Surat Kelakuan Baik dari Sekolah bagi lulusan 2012 dan SKCK dari Kepolisian bagi lulusan sebelumnya

4.  Mendaftar Kegiatan Ta’aruf mulai 23 s/d 28 Juli 2012 (informasi bisa diakses
di www.iaincirebon.ac.id)

SPMB Mandiri Online

Kebutuhan akan informasi yang cepat membuat IAIN Syekh Nurjati Cirebon berpacu untuk menyajikan informasi, mengolah data dan membuat reporting yang cepat. Bagian Akademik dibawah komando Hj. Tety dan timnya mengembangkan aplikasi yang digunakan untuk mempermudah pendaftaran mahasiswa baru (SPMB Mandiri) secara online.

Aplikasi ini mulai dilaunching hari senin 14 Mei 2012 bertepatan dengan dimulainya masa pendaftaran mahasiswa baru jalur mandiri. Dengan menggunakan aplikasi ini user dapat dengan mudah mendaftar serta memperoleh kartu ujian secara online.

Untuk dapat mengakses web ini calon mahasiswa dapat mengetik url http://spmb.iaincirebon.ac.id seterusnya calon mahasiswa dapat panduan untuk langkah-langkah pendaftaran secara online.

Pengembangan aplikasi akan terus dilakukan sampai seluruh bagian didalam civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon dapat seluruhnya terkomputerisasi sehingga dapat terwujudnya smart kampus dimana system dapat berjalan secara otomatis.

Workshop Pencetak Gurunya Manusia

Fakultas Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan Lazuardi Next telah menyelenggarakan workshop multiple intelligence atau kecerdasan majemuk. Workshop dilaksanakan Kamis-Jumat, 3-4 Mei 2012 di Kampus IAIN. Peserta workshop adalah dosen-dosen muda Fakultas Tarbiyah. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk menyiapkan mahasiswa yang akan melaksanakan PPL I. Sebagai wujud keseriusan dalam mencetak ‘gurunya manusia’, tidak tanggung-tanggung, Fakultas Tarbiyah mengundang Munif Chatib. Beliau adalah penulis buku “Sekolahnya Manusia”.

 

Hari pertama, Munif Chatib menyampaikan multiple intelligence history, multiple intelligence system, dan strategi multiple intelligence. Teori multiple intelligence dicetuskan oleh Dr. Howard Gardner pada tahun 1983 di Harvard University. Jika selama ini diyakini bahwa setiap individu hanya memiliki dua potensi, yakni sosial dan matematis, maka dibantah oleh multiple intelligence. Munif Chatib menyampaikan bahwa tak ada satu pun manusia di dunia ini yang tidak pandai. Semua manusia adalah pandai. Multiple intelligence membagi kecerdasan dalam 8 kelompok, yakni cerdas bahasa, cerdas gerak, cerdas bergaul, cerdas musik,  cerdas gambar, cerdas angka, cerdas diri, dan cerdas alam.

 

Gaya Munif yang kooperatif menjadikan peserta sangat menikmati workshop ini. Peserta diajak langsung mempraktikkan berbagai strategi dalam multiple intelligence. Meski dengan waktu singkat, peserta telah mempraktikkan 15 strategi pembelajaran. Setelah mendapat pencerahan dari Munif Chatib, peserta menjadi semakin yakin bahwa tidak ada manusia atau peserta didik yang menguasai atau unggul dalam delapan kecerdasan sekaligus. Asal setiap individu mendapat stimulus yang tepat dan mendapat pendidikan yang sesuai, maka bisa dipastikan ia akan menjadi individu yang unggul.

 

Hari kedua, Jumat, 4 Mei 2012, Setiyo Iswoyo menyampaikan Brain based multiple intelligence. Materi ini meliputi the brain, memory, dan apersepsi. Tidak kalah menarik dengan hari pertama. Peserta semakin tahu tentang kerja otak. Peserta juga diajak melakukan hal-hal menyenangkan yang dapat membantu ketika nanti mengajar. Penampilan Iswoyo yang begitu santun dan sederhana, mampu menyihir peserta workshop. Hal ini dibuktikan dengan tak seorang pun yang meninggalkan ruangan sampai acara berakhir.

 

Satu hal penting yang dapat disimpulkan bahwa sebagai pendidik, marilah ‘mendidik dengan hati’. Iswoyo juga menyampaikan perihal ‘kegenitan intelektual’. Beliau sampaikan pengalaman pribadi ketika mengikuti audisi trainer se-Indonesia sebagai contohnya. Pendidik juga dituntut untuk mampu memberi contoh, baik dalam tutur kata maupun perilaku. Pendidik harus memiliki karakter yang kuat. Salah satu yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya adalah dengan belajar, belajar, dan terus belajar. Dalam sambutan pembukaan workshop ini, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon juga menyampaikan hal tersebut. Semoga visi misi Fakultas Tarbiyah untuk mencetak ‘gurunya manusia’ segera terwujud. Insya Allah. Amin! (Indrya- 04/5)

Workshop Desain Pembelajaran Pendidikan Tinggi IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Cirebon, 15 April 2012. Kamis-Minggu, 12-15 April 2012, IAIN Syekh Nurjati melaksanakan workshop Desain Pembelajaran Pendidikan Tinggi. Workshop ini diikuti 43 peserta dengan rincian, 28 dosen PNS Tahun 2011, 4 dosen mutasi, dan 11 dosen PNS Tahun 2009. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menguatkan kompetensi dosen dalam pembelajaran. Hal ini terkait dengan tidak semua dosen berlatar belakang ilmu pendidikan, sehingga perlu ada ‘suasana baru’. Workshop ini diharapkan dapat membuka paradigma dosen, baik dalam konsep, strategi, maupun tujuan pembelajaran.

Pada kegiatan kali ini, IAIN Syekh Nurjati Cirebon mempercayakan pada CTSD UIN Sunan Kalijaga sebagai fasilitator. Secara profesional, Center for Teaching Staff Development (CTSD) berupaya memberikan berbagai pengalaman yang telah dimiliki. Dasyat memang, banyak komentar peserta setelah mengikuti kegiatan ini yang menyatakan bahwa ‘ini semua adalah pencerahan’. Ya, bagi dosen yang berlatar belakang pendidikan, workshop ini dapat menjadi refresh. Sementara bagi dosen yang berlatar belakang ilmu umum, kegiatan ini memberi pencerahan.

Workshop ini tidak seperti workshop-workshop yang lain. Fasilitator ‘bermain’ sesuai jadwal yang sudah dibuat. Tiap materi dimulai dan diakhiri sesuai jadwal yang telah dibuat. Tim CTSD sangat menerapkan ketepatan waktu. Strategi belajar yang digunakan pun sangat variatif sehingga tak seorang pun peserta yang terkantuk. Ibarat kendaraan, pelatihan ini menggunakan kecepatan penuh. Namun demikian, peserta merasa nyaman dan menikmati tanpa ada perasaan tertekan.

Jika selama ini metode ceramah yang digunakan dosen, maka setelah dilatih, metode itu sudah tidak mendominasi. Pelatihan ini memberikan strategi mengajar yang sangkil (efektif) dan mangkus (efisien). Dengan keterbatasan sarana, pembelajaran tetap berjalan dengan mengasyikkan. Berbagai strategi pembelajaran telah dipraktikkan peserta dan kelak dapat digunakan ketika mengajar.

Pada prinsipnya, pembelajaran merupakan proses. Hal-hal yang bergayut dengannya akan terus berkembang seiring perkembangan manusia sebagai salah satu unsur dalam  pembelajaran itu sendiri. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bila semua dosen, baik lama atau baru; baik tua atau muda yang ada di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon juga mengikuti pelatihan ini. Tetapi kurang sempurna rasanya jika dosen hanya diberi pelatihan kompetensi pedagogik. Oleh karena itu, kiranya Lembaga perlu menjadwalkan untuk pelatihan tiga (3) kompetensi lain, yakni kepribadian, profesionalisme, dan sosial.(indrya 15/4)

Older posts «

» Newer posts